Berita pernikahan Adinda Bakrie dengan Seng-Hoo Ong yang berlangsung 25 Juli 2008 makin hangat. Bukan hanya tentang biaya pernikahan yang dikabarkan Rp 10 miliar, bahkan ada yang berani mengatakan hampir Rp 20 miliar, tetapi orang jadi makin ingin tahu siapa sebenarnya Adinda Bakrie.
Menyandang nama Bakrie, Adinda mau tidak mau menjadi bidikan perhatian juga. Ayahnya, Indra Bakrie adalah adik Aburizal Bakrie. Ibu kandung Adinda bernama Dotty. Dotty dan Indra berpisah. Dotty kini menjadi istri pengusaha Arwin Rasyid. Indra pun menikah dengan mantan model Gaby Djorghi.
Tumbuh dalam kerajaan bisnis besar di Indonesia membuat Adinda beredar di kalangan sosialita papan atas. Perempuan cantik ini mengaku harus bersabar menghadapi tuduhan bahwa biaya pernikahannya setinggi langit. Lulusan Babson College, Massachusetts, Amerika Serikat, ini menyebutkan, acara pernikahannya punya tujuan sosial. “Justru 20 persen dari biaya pernikahan bakal disumbangkan bagi yang kurang mampu,” katanya.
Bisa jadi ini benar karena di situs resmi Sampoerna Foundation, yayasan yang membantu pembiayaan pendidikan, nama Adinda Bakrie tercantum sebagai penyumbang.
Masih ada lagi tudingan mengarah padanya. Undangan yang disebar ribuan. Kata Adinda, undangan yang disiapkan memang 2.500-3.000. Angka ini terlihat sangat besar karena kolega ayahnya juga sangat banyak. Ditambah kerabat dan kolega keluarga besarnya membuat jumlah yang hadir dipastikan membengkak.
Padahal seperti yang dikatakan juru bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara Satria Wangsa saat dihubungi, ini adalah pesta pernikahan biasa. Menurutnya, akad nikah dilakukan di rumah Indra di kawasan Kuningan sementara resepsinya di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, pada 25 Juli 2008.
Ada beberapa kabar mengatakan resepsi digelar di Hotel Sahid. Tetapi tentang biaya hingga puluhan miliar rupiah langsung dibantah Lalu.
Ini yang diprotes Walhi, Rabu (23/7). Kepala Departemen Advokasi dan Jaringan Eksekutif Walhi, M Teguh Surya dalam orasinya mengatakan, Lapindo yang merupakan milik Aburizal Bakrie tidak punya perhatian terhadap korban lumpur.
Lapindo malah merampas tanah-tanah warga Sidoarjo dengan janji hendak menolong mereka. Ketika proses di daerah lumpur belum tuntas, keluarga Bakrie sudah bersiap mengadakan pesta mewah. Tetapi Lalu sekali lagi berharap agar pesta pernikahan ini tidak dikaitkan dengan pengungsi di Porong, Sidoarjo.
Protes pun tak ditanggapi. Persiapan pernikahan dengan ribuan undangan tetap berjalan. Jika pesta di Jakarta adalah pesta kolega dan keluarga besar, maka pesta yang lebih pribadi justru dilakukan di Bali, dua pekan setelah resepsi. “Jumlahnya tidak banyak, hanya 250 orang, terdiri atas teman sekolah dan kuliah, biar sekalian kumpul bersama,” ucapnya.
Untuk menyenangkan orangtua dan mertuanya, Adinda mengenakan busana rancangan Eddy Betty, yang mencerminkan gaya Lampung, mewakili sang ayah, Sunda dari ibunya, serta Tiongkok dari pihak suami.
Sementara untuk pesta di Bali, Adinda mengenakan gaun internasional karya perancang asing. Menjelang pernikahan, teman karib artis Dian Sastrowardoyo ini mengaku rajin berdoa. “Setiap salat saya berdoa meminta semua berjalan lancar. Mohon doa restunya, ya,” ucapnya.
Anindya Novyan Bakrie, anak sulung Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, memilih no comment ketika ditanya tentang pernikahan anak pamannya itu. Menanggapi kritikan yang beredar seputar pernikahan sepupunya, Anindya hanya menggeleng.
“Saya no comment, deh,” tutur Anindya saat ditemui di Jakarta, Kamis (24/7). Menurutnya, apa pun yang ia katakan mengenai seputar pernikahan Adinda akan menjadi polemik. Yang jelas, pernikahan adalah hal yang sakral, dan merupakan hal pribadi dan internal bagi setiap keluarga. warkot/kcm
Jumat, 25 Juli 2008
Label:
Hot News
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar